Komposisi Dalam Fotografi Bukan Tentang Warna Atau Sudut Pengambilan

Suatu saat saya pernah membaca seseorang yang mengomentari sebuah foto yang diposting di media sosial. Dia mengomentarinya seolah-olah mengerti betul dengan istilah yang digunakannya dengan mengatakan “Wah fotonya bagus, komposisinya indah sekali”. Ketika saya melihat foto tersebut, jauh dari yang namanya “komposisi indah”. Setelah mengikuti komentar-komentar lanjutan saya baru tahu jika komentar itu hendak mengatakan bahwa warna warna foto itu bagus, karena memang fotonya berwarna warni. Salah kaprah penggunaan istilah fotografi memang sering terjadi bahkan oleh orang yang sudah menekuni bidang fotografi sekalipun.

1. Komposisi
Apa sih sebenarnya arti komposisi dalam fotografi? Komposisi tidak lain adalah mengenai tata letak obyek dalam sebuah foto. Tata letak obyek tersebut dimaksudkan agar foto tersebut enak dipandang. Teori tentang komposisi adalah salah satu pelajaran dasar dalam fotografi. Teori komposisi yang paling simpel dan sederhana adalah yang dinamakan “The Rule of Thirds”, di mana obyek diletakkan di sepertiga bagian dalam sebuah foto. Hingga saat ini teori tentang komposisi tidak hanya “The Rule of Thirds” saja, tetapi sudah jauh banyak ragamnya. Seorang fotografer tidak melulu harus terikat pada satu satu teori komposisi. Bisa saja untuk suatu foto tertentu “The Rule of Thirds” diabaikan, misalkan dengan meletakkan obyek tepat di tengah frame. Tetapi yang pasti, jika berbicara komposisi dalam fotografi pastilah mengenai tata letak obyek dalam foto tersebut.

The rule of thirds: Obyek diletakkan di sepertiga bagian dalam frame

2. Sudut Pengambilan
Sebuah foto dengan komposisi yang sama bisa jadi berbeda karena angle, atau disebut sebagai sudut pengambilan. Sudut pengambilan ini membuat sebuah foto dengan komposisi yang bagus menjadi lebih aduhai. Sudut pengambilan bisa dari samping kanan, kiri, atas, bawah dan seterusnya. Seringkali dalam sebuah lomba foto pemenangnya adalah foto yang diambil dari sudut berbeda walau obyek dan komposisinya sama atau mirip. Kemampuan atau keahlian menentukan sudut pengambilan adalah unik pada setiap fotografer. Ini benar-benar didasarkan pada daya imajinasi dan kreatifitas sang fotografer. Daya imajinasi dan kreatifitas bisa diasah dengan belajar dan sering melihat karya-karya para fotografer lain.

Sudut Pengambilan dari bawah: photo by Hendra Nasri
Sudut Pengambilan dari posisi sejajar

3. Warna
Jika orang berbicara tentang warna dalam fotografi, istilah yang pas untuk digunakan adalah Tone. Tone dalam fotografi memang tidak tunggal pengertiannya. Secara definisi tone adalah terang gelapnya area dalam sebuah foto secara keseluruhan (mirip dengan exposure) atau warna sebagian maupun keseluruhan foto dan biasanya tentang hangat atau dinginnya warna foto tersebut. Jika warnanya keoranyean, tonenya dikatakan warmth (hangat), jika kebiru-biruan tonenya dikatakan dingin (cold). Jadi istilah tone ini walaupun memiliki 2 definisi, pada umumnya mengacu kepada warna, baik sebagian maupun keseluruhan dari sebuah foto dengan segala variasinya.

Skin tone adalah istilah yang akhir-akhir ini sering digunakan, bahkan menjadi pembanding antar berbagai merek kamera. Ada sebuah merek kamera yang dikenal karena skin tone yang dihasilkan kamera tersebut terlihat sangat pas. Apa itu skin tone? Skin tone itu adalah warna kulit manusia yang dihasilkan sensor kamera dan tampak pada foto. Skin tone dikatakan pas atau akurat jika warna kulit manusia dalam foto tersebut mirip dengan aslinya. Warna kulit manusia adalah salah satu perpaduan warna yang rumit karena berbeda pada tiap manusia, bahkan di tiap manusia dalam satu etnis sekalipun. Kita tidak bisa mendefinikan warna kulit manusia sebagai merah, kuning atau hijau dalam fotografi seperti mengatakan warna daun adalah hijau. Warna kulit manusia adalah percampuran berbagai macam warna yang presentasi masing-masing warna tidak sama.

Bony
Warna Kulit seperti warna asli

Apakah tone kulit kera atau binatang lainnya jika terlihat akurat bisa dikatakan “skin tonenya mantap” atau “skin tonenya keren”? tentu tidak, karena skin tone adalah istilah untuk tone pada warna kulit manusia SAJA. Lalu apa istilah yang cocok jika ingin mengatakan kulit binatang tersebut terlihat pas dan akurat? Cukup katakan “tonenya pas” atau “tonenya netral” dan sebagainya, yang pasti jangan katakan “skin tonenya pas”.

Leave a Comment