Istilah Dasar Dalam Fotografi Yang Harus Kamu Ketahui dan Pahami

Tertarik atau sudah mulai menyukai fotografi sebagai salah satu hobimu? Istilah-istilah dasar berikut wajib kamu ketahui dan pahami dengan benar. Kata fotografi atau photography itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani kuno yang terdiri dari 2 kata. Kata pertama adalah “phos” yang berarti cahaya, kata kedua adalah “graph” yang berarti menggambar. Jadi Fotografi berarti menggambar dengan cahaya atau ada juga yang mengartikannya sebagai seni mengambar dengan cahaya.

Teori:
1. EXPOSURE, maksudnya adalah seberapa terang atau seberapa gelap sebuah gambar yang dihasilkan oleh sensor kamera ketika menangkap cahaya untuk menghasilkan gambar tersebut. Jika gambar kelewat gelap maka disebut “under expose” sedangkan jika kelewat terang disebut “over expose”. Exposure ini bersifat subjektif, sehingga tidak ada yang benar atau salah, paling-paling dinyatakan sebagai “balance” saja. Exposure dikontrol oleh tiga faktor yaitu Aperture, Shutter Speed dan ISO.

2. APERTURE, maksudnya adalah besar kecilnya bukaan atau lubang lensa yang menangkap cahaya. Dalam Bahasa Indonesia seringkali disebut bukaan lensa. Aperture disingkat dengan F atau F-Number, semakin besar nilai F semakin kecil bukaan lensa sehingga semakin sedikit cahaya yang ditangkap oleh sensor kamera. Nilai aperture tidak ditentukan oleh deret hitung (1,2,3 dstnya), tetapi dengan standarisasi sebagai berikut: f1.2, f1.4, f2, f2.8, f4, f5.6, f8, f11, f16, f22, or f32. Jarak antara satu nilai aperture dengan nilai aperture lainnya digunakan istilah STOP. Misalkan antara f2 dengan f2.8 jaraknya adalah 1 stop.

3. SHUTTER SPEED, adalah waktu atau lamanya proses membuka dan menutup dari bagian kamera dalam menangkap cahaya. nilainya mulai dari menit hingga sepersekian detik. Semakin lama shutter speed semakin banyak cahaya yang ditangkap sensor, demikian sebaliknya semakin cepat shutter speed semakin sedikit cahaya yang ditangkap.

4. ISO, adalah nilai kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai ISO semakin sensitif terhadap cahaya, semakin kecil nilai ISO semakin kurang sensitif. Akibat sampingan dari nilai ISO yang besar adalah bisa menyebabkan gambar tidak jernih dan gambar bisa kehilangan detail. Jadi untuk menghasilkan gambar yang jernih dan bersih haruslah menggunakan ISO terendah yang disediakan oleh kamera.

Dalam Praktek:
Ketika kamu akan menggunakan sebuah kamera untuk mengambil gambar biasanya diberikan 4 pilihan
1. MANUAL, pada mode ini kamu menentukan sendiri kombinasi nilai aperture, shutter speed dan ISO ketika akan mengambil gambar.
2. APERTURE PRIORITY, pada mode ini kamu menentukan nilai aperture yang akan kamu gunakan, misalnya f8. Kamera akan menentukan secara otomatis nilai shutter speed dan ISO sesuai dengan cahaya di sekitar obyek yang akan difoto. Dilambangkan dengan simbol A di kebanyakan kamera (Av di Canon)
3. SHUTTER PRIORITY, pada mode ini kamu menentukan nilai shutter speed, misalkan 1/500 detik. Kamera akan secara otomatis menentukan nilai aperture dan ISO. Dilambangkan dengan simbol S di kebanyakan kamera (Tv di Canon)
4. PROGRAM atau AUTOMATIC, pada mode ini aperture, shutter speed dan ISO ditentukan secara otomatis oleh kamera berdasarkan analisa sensor terhadap cahaya di sekitar obyek. Dilambangkan dengan simbol P di kebanyakan kamera.

Kesimpulan
Jadi jelas sebuah gambar (EXPOSURE) yang dihasilkan oleh kamera merupakan kombinasi dari penggunaaan nilai-nilai dari 3 unsur yaitu APERTURE, SHUTTER SPEED dan ISO. Dalam dunia fotografi dikenal dengan istilah EXPOSURE TRIANGLE. Dengan memahami istilah-istilah dasar tersebut di atas akan memudahkan kamu untuk melakukan penyetelan kamera.