Apa Sih White Balance Itu? Kenapa Begitu Penting Dalam Fotografi?

Sudah pernah mengalami hasil fotomu terlihat tidak natural? Warna yang terlihat dalam fotomu tidak terlihat seperti realita ketika kamu mengambil foto tersebut. Apa yang salah dengan itu? Kemungkinan terbesar adalah karena kamu tidak mengatur White Balance kamera dengan benar. Hal ini tentu akan membuatmu kecewa, terutama jika kamu mengambil foto tersebut dalam format JPEG, di mana kamu tidak bisa leluasa memperbaiki foto tersebut. Supaya jangan terjadi lagi kesalahan fatal tersebut, mari simak sedikit penjelasan berikut.

White Balance
Sebenarnya White Balance, disingkat WB, adalah proses membuat warna putih di sebuah foto sama putihnya dengan realitas waktu kita mengambil foto tersebut. Dengan kata lain White Balance ini menyeimbangkan warna dalam foto sehingga terlihat natural atau disebut juga True Color. Realistis atau tidaknya warna putih tersebut berpengaruh kepada warna-warna lain secara keseluruhan dalam suatu foto.

Pengaturan WB di Kamera
Ini adalah hal pertama yang mesti kamu perhatikan sebelum mulai mengambil foto dengan kameramu, terutama jika kamu langsung mengambilnya dalam format JPEG. Mungkin tidak terlalu masalah jika kamu mengambil foto dalam format RAW. Apa itu JPEG dan RAW? Silakan baca di sini. Jika kamu memotret dengan format RAW, WB bisa diatur di perangkat lunak pemroses file RAW seperti contoh pada gambar utama tulisan ini. Hampir semua kamera digital zaman sekarang sudah menyediakan pengaturan WB bawaan yang bisa langsung kamu gunakan. Pengaturan BW bawaan ini tidak persis sama di setiap kamera, tergantung kepada pabrikan kamera. Tapi mari kita bahas contoh pengaturan BW yang ada di kamera Fujifilm X100F yang saya miliki.

Pada mode AUTO, White Balance akan diatur secara otomatis oleh kamera berdasarkan sumber cahaya. Sensor kamera akan menganalisa sumber cahaya di sekitar obyek dan mengambil nilai rata-rata dari suhu cahaya untuk menentukan White Balance yang tepat. Mode ini cocok digunakan dengan sumber cahaya alami yang konstan di siang hari. Kadang kala jika digunakan di bawah sumber cahaya artifisial di malam hari hasilnya juga tidak mengecewakan.

Di siang hari juga ada 2 pilihan tergantung cahaya pada saat ini, langsung di bawah matahari atau matahari dinaungi oleh sesuatu (kebetulan di gambar iconnya dipilih awan). Ini bisa digunakan selain mode auto jika kamu ingin lebih presisi. Di malam hari, ketika sumber cahaya artifisial berasal dari jenis bola lampu juga ada beberapa pilihan. Apakah lampu pijar atau neon. Untuk lampu neon sekarang ada yang netral tetapi ada juga yang cenderung hangat (agak kemerahan) ada juga yang cenderung kalem/dingin (agak kebiruan).

Untuk situasi bawah airpun sudah disediakan pengaturan bawaan yang bisa kamu gunakan. Jika belum cukup juga, Fujifilm menyediakan pengaturan White Balance secara Kustom* (akan ditulis tutorial khusus) yang dapat disimpan dalam memori kamera sebanyak 3 jenis. Jika ingin mengatur langsung bedasarkan suhu warna** (K) juga tersedia rentang pilihan dari yang paling hangat ke yang paling dingin.

Color Temperature, dilambangkan dengan K
Pada mode ini kamu memilih sendiri berdasarkan suhu warna sumber cahaya. Cahaya itu selain memiliki warna (RGB= RED, BLUE dan GREEN) juga memiliki suhu. Suhu warna ini dalam fotografi dikenal dengan istilah Color Temperature. Suhu warna ini sendiri lebih kepada hangat atau dingin. Hangat ditandai dengan semakin keoranyean sedangkan dingin ditandai dengan semakin kebiruan. Suhu warna dinilai dengan satuan Kelvin (K) yang berbeda untuk berbagai sumber cahaya, baik sumber cahaya natural maupun artifisial. Sebagai contoh, di malam hari yang sumber cahayanya lilin, maka kamu harus menggunakan nilai Kelvin antara 1700-1900.

Dalam prakteknya pengaturan White Balance ini juga digunakan untuk karya kreatif, yang akan kita bahas pada tulisan berikutnya.